Ustadz Favorit Youtube

Situs berbagi video YouTube kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari kelas menengah ngehe hingga anak-anak kecil di kampung-kampung padat penduduk, hamper semua kalangan mengakses YouTube. Popularitas YouTube kini bahkan membuat orang tak lagi menonton siaran televisi. Anak-anak kecil pun mulai bermimpi menjadi selebriti YouTube.
Sebagai platform YouTube menjembatani berbagai macam konten. Mulai dari video narsis, musik, review produk hingga ceramah agama. Saya sendiri belakangan sering mendengarkan ceramah agama dari sejumlah ustadz di tanah air. Padatnya aktifitas keseharian kita seringkali menghalangi untuk memperdalam ilmu agama, dan dengan banyaknya kajian di YouTube kita memiliki akses yang lebih mudah. Tak harus datang ke kajian, cukup menggunakan ponsel maupun laptop yang terhubung ke internet dan bisa dilakukan sambil beraktifitas.
Sebagian teman saya yang biasanya mendengarkan music saat bekerja bahkan menggantinya dengan menyimak kajian. Alasannya, karena lebih bermanfaat dan menambah pahala.
Dari sekian banyak ustadz yang sering saya simak ceramahnya berikut beberapa ustadz yang menjadi favorit saya:

1. Ustadz Khalid Basalamah
Barangkali beliau adalah ustadz tanah air paling populer di dunia maya. Kata kunci “ustadz khalid basalamah” hampir selalu muncul dalam saran pencarian YouTube maupun Google untuk kata “ustadz”. Video beliau pun memenuhi YouTube, mulai dari video ceramah panjang hingga potongan-potongan kajian beliau. Kanal beliau di YouTube pun mencapai lebih dari 250 ribu pendaftar. Belum lagi akun instagram @ustadzkhalid yang memiliki pengikut hingga 600 ribu.
Selain popularitas di media sosial kajian beliau juga senantiasa penuh dengan jamaah dari berbagai kalangan. Saya pernah datang ke salah satu kajian ustadz Khalid di masjid Blok M Square. Jamaahnya membludak hingga ke luar masjid.
Hal paling menarik dari ceramah Ustadz asal Makassar ini adalah penyampaian materi yang padat. Dalam setiap kajian beliau selalu dipenuhi dengan nukilan ayat dan hadits. Penjelasan yang beliau sampaikan pun padat dan cenderung to the point menukil pemahaman ulama’ dan ahli tafsir.

2. Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat dikenal dengan hafalannya yang kuat. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan beliau menyebutkan lokasi suatu ayat dalam mushaf. Kata-kata “Sebelah kiri atas”, “pojok kanan bawah” sering digunakan untuk menunjukkan posisi ayat al-qur’an dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ceramah ustadz Adi.
Ustadz Adi sempat terkena masalah saat ada ustadz lain mempertanyakan aqidah dan pemikiran beliau. Namun di situ justru saya melihat kualitas ustadz Adi yang sesungguhnya. Dengan rendah hati beliau membuka pintu untuk saling bertukar pikiran dan mengkoreksi. Bahkan mengundang ustadz yang mengkritiknya ke kajian rutin ustadz lulusan Libya ini.
Gaya ceramah ustadz Adi sangat ilmiah dengan penjelasan dari berbagai ulama. Tak jarang beliau menggunakan papan tulis untuk memberikan penjelasan. Metode ceramah yang ilmiah ini seringkali ditunjukkan dengan melihat arti suatu kata dalam bahasa Arab maupun melihat sejarah dari suatu fenomena.

3. Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad merupakan da’i asal Pekanbaru yang popularitasnya meroket berkat YouTube. Menurut situs berita detik.com rata-data video kajian ustadz Abdul Somad ditonton hingga 12 ribu kali. Akun instagram @ustadzabdulsomad pun diikuti hingga lebih dari 250 ribu orang.
Hal paling menonjol dari ustadz yang juga dosen di UIN Sultan Syarif Kasim Riau ini adalah gaya ceramah yang santai namun padat ilmu. Nukilan ayat maupun hadits seolah mengalir dalam setiap kajian beliau. Selain itu cuplikan sejarah islam dan kegemaran meliau menyebutkan kitab-kitab rujukan menunjukkan penguasaan materi ustadz yang menimba S2 di maroko ini. Ditambah logat khas melayu serta selingan humor membuat ceramah ustadz Abdul Somad menarik diikuti.

4. Ustadz Salim A Fillah
Ustadz asal Yogyakarta ini dikenal berkat buku-buku yang ditulisnya. Buku pertama beliau berjudul “Nikmatnya Pacaran setelah Nikah” yang ditulis sekitar 10 tahun lalu, meski masih berstatus mahasiswa. Beberapa judul lain yang cukup popular antara lain Agar Bidadari Cemburu Padamu atau Saksikanlah Aku Seorang Muslim.
Selain buku-buku tulisannya, ustadz Salim juga cukup popular di media sosial. Pengikutnya di Instagram mencapai lebih dari 300 ribu, sementara akun Instagram beliau diikuti lebih dari 400 ribu netizen. Gaya bahasa yang lembut dan santai menjadi ciri khas tulisan beliau di media sosial. Tak jarang beliau membahas tentang sejarah Islam, dunia maupun Indonesia. Hal ini belakangan malah jadi salah satu ciri dan kekuatan beliau.

5. Ustadz Subhan Bawazier
Jika Ustadz lain dalam postingan ini gaya ceramahnya selalu padat akan informasi tentang dalil agama maupun sejarah, tidak demikian dengan ustadz Subhan. Ceramah beliau lebih menitikberatkan pada esensi serta nasihat tentang takwa dan akhlak. Ditambah selingan humor sebagai bumbu ice breaking menjadi ciri khas dan daya tarik dalam kajian beliau.
Humor dalam kajian ustadz Subhan tak melulu soal ice breaking. Namun biasanya berupa penegasan maupun contoh nyata di masyarakat. Seperti halnya saat memberi contoh mengenai orang yang membanggakan masa lalunya yang kelam  atau berbangga karena sudah rajin beribadah.

6. Ustadz Nuzul Dzikri
Bersama dengan ustadz Subhan Bawazier beliau adalah pengisi kajian rutin Rabu malam di masjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Setiap kajian beliau tak pernah sepi jamaah. Bahkan saat kajian I’tikah Ramadhan 1438H lalu, banyak jamaah yang terpaksa menyimak kajian dari halaman masjid. Saking penuhnya.
Ciri khas ustadz Nuzul terletak pada gaya bahasa yang lembut, santun namun padat akan dalil dan pengetahuan agama. Tak jarang beliau menggunakan kata-kata sindiran yang membuat jamaahnya merasa ditampar. Setiap menyimak kajian ustadz Nuzul rasanya selalu ingin banyak-banyak beristighfar. Mungkin inilah yang membuat jamaah selalu berbondong-bondong memenuhi sesi kajian beliau.

Selain ustadz-ustadz di atas masih banyak ustadz yang cukup popular di media sosial. Sebut saja Syafiq Reza Basalamah, Hannan Attaki, Gus Nur maupun Yahya Badrussalam. Namun hanya ke enam ustadz ini yang saya cukup sering menyimak kajiannya. Mungkin di kesempatan lain saya bisa menulis sedikit tentang ustadz lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s