Batman: Earth One, Batman baru yang lebih realistis

Beberapa bulan terakhir ini saya sedang gemar membaca novel grafis. Awalnya karena saya iseng beli buku digital di Play Store. Sayangnya buku digital kurang enak dibaca lama-lama di depan layar. Jadilah saya mencoba novel grafis.
Salah satu novel grafis yang menarik perhatian saya adalah seri Batman. Mengapa? Karena Batman merupakan salah satu superhero favorit. Selain itu Batman juga merupakan superhero yang paling ‘realistis’. Batman tak punya kekuatan super atau berasal dari luar angkasa. Batman cuma manusia biasa, kelebihan Batman cuma pada kekayannnya yang nggak bakal habis tujuh turunan.
Batman: Earth One Vol. 1 menjadi salah satu novel grafis pilihan saya. Earth One sendiri merupakan versi reboot yang dibuat DC Comics selaku penerbit seri Batman. Dalam Earth One DC Comics ingin menampilkan latar belakang para superhero dalam universe baru yang lebih modern. Selain Batman, ada juga Superman : Earth One dan kabarnya bakal diikuti The Flash dan Wonder Woman.

earth one

Batman Earth One sendiri hingga saat ini sudah ada dua volume. Kebetulan saya belum sempat membaca volume 2. Dalam tulisan ini pun saya hanya membahas volume 1.
Secara jalan cerita Batman Earth One tak banyak berbeda dengan Batman Year One. Keduanya bercerita tentang bagaimana awal mula Bruce Wayne menjelma menjadi manusia kelelawar. Dalam Earth One kedua orang tua Bruce, Thomas dan Martha tetap mati dibunuh.
Sebagai versi reboot dari seri Batman jelas Earth One memiliki detil cerita yang berbeda. Misal, dalam Earth One Vol. 1 disinggung mengenai adanya motif politik dibalik pembunuhan Thomas & Martha Wayne. Hal lain adalah asal usul Arkham Asylum, yang ternyata memiliki kedekatan dengan keluarga Wayne.
Namun perbedaan paling mencolok ada pada sosok Alfred Pennywoth. Dalam universe Batman yang lain kita mengenal Alfred sebagai asisten setia keluarga Wayne. Earth One menampilkan Alfred yang lebih ‘realistis’.
Tidakkah aneh melihat seseorang yang serba bisa dan berlatar belakang militer hanya menjadi asisten keluarga? Earth One menjawab pertanyaan itu.
Secara keseluruhan Earth One masih kalah dibanding Year One. Jalan cerita keduanya memang tak jauh berbeda, bahkan sebetulnya Earth One memiliki potensi untuk mengungguli pendahulunya. Namun usai membaca Earth One saya tidak menemukan perasaan “wow” yang sama dengan usai membaca Year One. Sepertinya ini adalah kelebihan cara bertutur pengarang Year One Frank Miller.
Dibanding Year One, Batman Earth One sepertinya memang disiapkan untuk diterbitkan dalam versi digital. Ilustrasi Earth One memiliki warna yang lebih jelas dan story board yang lebih besar. Hal ini membuat novel grafis besutan Geoff Johns dan Garry Frank ini lebih enak dibaca di depan layar.  Hal ini wajar karena Batman Earth One vol 1 diterbitkan saat era buku digital, sementara Year One diterbitkan pada masa ponsel masih sebesar batu bata.
Akhir kata, Batman Earth One merupakan salah satu novel grafis Batman yang layak dikoleksi. Cara bertutur pengarang memang tak sekuat Frank Miller atau Allan Moore, tapi Earth One memiliki kekuatan tersendiri. Motif politik pembunuhan Thomas Wayne dan sosok Alfred yang bukan asisten pribadi adalah dua di antaranya.

3 pemikiran pada “Batman: Earth One, Batman baru yang lebih realistis

Tinggalkan Balasan ke Billy Koesoemadinata Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s