Tips mencari makanan halal di Tiongkok

Salah satu kendala yang sering dihadapi saat seseorang bepergian ke luar negeri adalah makanan. Orang Indonesia cenderung rewel kalau soal makanan. Maklum masakan Indonesia memang terkenal lezat dengan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah. Terbiasa dengan makanan berjuta rasa tentu membuat makanan daerah lain menjadi terasa hambar.

Selain rewel soal rasa, hal yang umum dipertanyakan soal makanan adalah kehalalannya. Hal ini terutama saat kita bepergian ke negeri dengan mayoritas penduduk non-muslim.

Kebetulan awal Agustus lalu saya berkesempatan mengunjungi Tiongkok. Sebelum saya berangkat, Fame mengingatkan kalau makanan di negeri Tirai Bambu ini didominasi oleh bumbu yang tidak halal. “Minyak babi dimana-mana”, sebutnya dalam sebuah chat Whatsapp.

Memang benar, rumah makan di TIongkok mayoritas menyajikan hidangan yang tidak halal. Namun ternyata restoran halal banyak dijumpai. Setidaknya hal itu yang saya alami selama mengungjungi empat kota di TIongkok; Hangzhou, Zhangjiajie, Shanghai serta Beijing.

Di empat kota tersebut alhamdulillah saya selalu menemukan restoran halal. Memang butuh kejelian untuk menemukan rumah makan halal, terutama di jalan raya yang banyak dihiasi papan nama berwarna-warni. Namun saat kita paham ciri-ciri rumah makan halal akan mudah menemukannya. Berikut beberapa trik mencari makanan halal di Tiongkok:

  1. Logo Halal

Ciri paling penting dari rumah makan halal di Tiongkok adalah logo halal. Para pemilik restoran halal biasanya memasang logo halal di papan nama restoran. Tak jarang logo halal ini ditambah gambar menara masjid untuk menunjukkan ciri Islam. Berikut beberapa contoh logo halal yang saya temui:

Logo Halal
Logo Halal

Gambar di atas adalah contoh papan halal yang saya temui di Hangzhou. Di bawah tulisan halal dalam aksara arab terdapat tulisan Cina “Qinzhen” yang berarti halal.

Perhatikan tulisan "Qinzhen"
Perhatikan tulisan “Qinzhen”

Terkadang malah tulisan tulisan halal Arab tidak ada. Hanya tulisan Cina “Qinzhen” seperti papan nama di bawah yang saya temui di Beijing.

Kelihatan kan ada tulisan "Qinzhen"?
Kelihatan kan ada tulisan “Qinzhen”?
  1. Kaligrafi

Selain logo halal, beberapa restoran memilih memasang kaligrafi arab di papan nama. Ini saya temui di Beijing di jalan Meishiji, di selatan Tianamen Square. Sepanjang jalan Meishiji saya menemukan hingga empat rumah makan halal. Namun semuanya tidak memasang logo halal di papan nama.

Kaligrafi yang dipasang biasanya berbunyi kurang lebih “Tho’amul Muslimun” atau “Al-muth’amul Islam” yang artinya makanan muslim. Beberapa bahkan menambah tulisan kaligrafi bacaan basmallah dan tahliyah.

Bisa baca nggak?
Bisa baca nggak?
  1. Warna dominan hijau

Warna hijau menjadi warna yang umum dipilih untuk mengecat papan nama restoran halal di Tiongkok. Jika sedang berjalan-jalan di Beijing dan menemukan papan nama berwarna hijau coba perhatikan baik-baik. Adakah tulisan halal atau kaligrafi bacaan basmallah? Jika ada Insya Allah restoran tersebut menyajikan masakan halal.

Memang tak semua restoran halal memasang papan nama berwarna hijau. Begitu juga sebaliknya tak semua restoran berwarna hijau menyajikan menu halal. Namun dengan melihat warna papan nama setidaknya kita lebih mudah mencari restoran halal, terlebih jika kita baru di daerah tersebut.

  1. Pelayan berpeci

Malam pertama di Beijing saya sempat kesulitan menemukan restoran halal. Saat menyusuri daerah Qianmen dan Meishi salah seorang teman melihat ada pelayan restoran yang mengenakan peci. Kami pun mendekati restoran tersebut untuk memastikan apakah restoran tersebut menyediakan makanan halal.

Ternyata interior ruangan restoran tersebut berhiaskan ornamen ka’bah dan kaligrafi bacaan syahadat. Sekilas terlihat nuansa Islami di rumah makan tersebut. Namun untuk memastikannya kami menunjukkan logo halal ke salah seorang pelayan. Dia pun mengangguk, pertanda bahwa restoran tersebut melayani menu halal. Kami pun memutuskan memesan makanan.

Selain pelayan laki-laki yang berpeci kami juga melihat di sejumlah restoran halal yang kami kunjungi pelayan perempuan mengenakan kerudung. Namun karena peci dan kerudung lebih merupakan symbol ke-Islaman yang melekat perorangan, lebih baik dipastikan dulu apakah tempat tersebut menyajikan makanan halal.

  1. Lanzhou Style

Jika kita menanyakan “muslim food” atau “halal food” kebanyakan warga Tiongkok tidak akan mengerti. Namun lain jika kita menanyakan Lanzhou Noodle, pasti mereka akan cepat mengerti.

Lalu apa hubungannya Lanzhou Noodle dengan menu halal? Hampir semua restoran mie Lanzhou adalah halal. Lanzhou adalah nama salah satu kota di Tiongkok barat laut, daerah asal suku Hui yang mayoritas beragama Islam. Lanzhou Noodle sendiri adalah mie tarik, dan pemilik restorannya umumnya muslim. Hampir semua restoran mie tarik Lanzhou yang saya temui memasang atribut islami.

Restoran Lanzhou tampak depan
Restoran Lanzhou tampak depan

Porsi makanannya cukup banyak, mirip gerai mie tarik di pusat perbelanjaan di Jakarta. Selain mie tarik rumah makan Lanzhou juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng dan nasi ayam.

Nyam... nyam...
Nyam… nyam…

7 pemikiran pada “Tips mencari makanan halal di Tiongkok

Tinggalkan Balasan ke devieriana Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s