Mencicipi Rasa Baru Lollipop

Awal pekan lalu notifikasi “software update” muncul di layar ponsel Nexus 5 saya. Android 5.0 akhirnya resmi di rilis melalui update OTA untuk Nexus 5. Tanpa pikir panjang, saya bergegas mencari wifi untuk mengunduhnya.

Update berukuran 500 MB itu selesai terunduh dalam waktu sekitar 30 menit. Selanjutnya proses instalasi memakan waktu sekitar 20 menit. Perlu diingat lamanya waktu pengunduhan dan instalasi tergantung dari kecepatan koneksi internet serta jumlah aplikasi yang terpasang pada ponsel. Semakin banyak aplikasi yang terpasang tentunya membuat instalasi semakin lama.

sistem version

Layaknya update sistem operasi terbaru, Android 5.0 membawa tampilan baru. Hal paling kentara adalah pada tombol sentuh. Android 5.0 menggunakan tombol sentuh berbentuk lingkaran, segitiga dan kotak untuk fungsi home, back serta daftar aplikasi. Selain itu, efek transisi layar pada sistem operasi berkode Lollipop ini terasa lebih halus dibanding versi sebelumnya yang saya pakai, 4.4 (kitkat).

Hal yang paling saya suka dari update terbaru ini adalah aplikasi dialer. Aplikasi panggilan telfon ini mengalami perbaikan yang drastis dibanding versi sebelumnya yang minimalis.

Dialer pada Lollipop memiliki tab recents yang lebih baik. Kini ada keterangan “hari ini” pada kelompok panggilan yang dilakukan dalam satu hari. Hal ini tentu mempermudah pencarian panggilan sebelumnya. Jika panggilan sebelumnya kita sentuh juga akan muncul opsi “call back” serta “detil’. Tidak seperti versi sebelumnya yang langsung melakukan panggilan.

dialer

Integrasi dengan kontak telepon juga menjadi hal baru pada aplikasi Dialer bawaan Lollipop. Kini terdapat tab kontak untuk mengakses daftar kontak kita. Hal ini membuat saya tidak lagi merindukan aplikasi dialer bawaan HTC atau Samsung.

Oh ya, perilaku Lollipop saat ada panggilan masuk juga berbeda. Saat kita sedang membuka suatu aplikasi dan mendapat panggilan masuk, maka akan muncul notifikasi di bagian atas. Kita pun bisa tetap menggunakan aplikasi jika tidak berminat menjawab panggilan yang masuk. Hal ini berbeda dengan versi sebelumnya dimana layar aplikasi akan digantikan layar Dialer.

notif call     Screenshot_2014-11-24-20-45-23

Selain Dialer, aplikasi Gmail bawaan Lollipop juga mengalami perubahan. Gmail kini tak lagi menangani surel dari akun google saja. Akun surel berbasis Microsoft Exchange kini juga diakses via Gmail. Lalu apa gunanya aplikasi email? Tidak ada, aplikasi tersebut seperti ‘dimatikan’ oleh Google. Email memang masih muncul dalam apps drawer, namun ketika disentuh akan muncul keterangan untuk mengakses surel dari Gmail.

Serupa dengan  aplikasi Email yang dipensiunkan Google. Aplikasi Gallery di KitKat juga hilang. Google nampaknya menginginkan pengguna berpindah ke aplikasi Photos yang juga terintegrasi dengan layanan penyimpanan foto Picasa. Saya sendiri kurang cocok dengan aplikasi Photos sehingga memilih memasang aplikasi pihak ketigas QuickPic untuk menggantikan fungsi Gallery.

Soal kompatibiltas aplikasi, sejauh yang saya coba Lollipop cukup bagus. Sebagian besar aplikasi yang saya pakai berjalan lancar tanpa kendala. Beberapa aplikasi seperti Path dan twicca sempat berjalan kurang mulus. Namun hal itu terselesaikan dengan jurus sakti ‘clear cache’ dan ‘clear data’.Hanya aplikasi VLC yang masih kurang lancar. Saya sering mendapati lagu yang tengah diputar putus-putus, untungnya tidak sampai crash.

Kekhawatiran saya soal penggunaan runtime baru juga tak berdampak banyak. Seperti diketahui Lollipop menggunakan runtime ART menggantikan Dalvik yang digunakan pada versi sebelumnya. ART sebetulnya sudah ada sejak KitKat namun kompatibilitas aplikasinya berbeda. Sebagai contoh aplikasi Nike Running. Aplikasi ini berjalan tanpa masalah menggunakan Dalvik runtime di KitKat. Namun pada saat menggunakan ART aplikasi ini sering crash. Untungnya hal ini tidak berlaku di Lollipop. Meski menggunakan ART, Nike Running berjalan tanpa kendala.

Perlu diingat bahwa fitur yang saya sebutkan bisa berbeda tergantung ROM yang digunakan. Saya sendiri menggunakan ROM vanilla yang ‘asli’ Google. Bisa jadi pada ROM keluaran Samsung, Sony atau hasil modifikasi seperti CyanogenMod fitur diatas akan sedikit berbeda.

Masih banyak fitur menarik dari sistem operasi terbaru keluaran Google ini yang tak mungkin saya coba satu per satu. Sejauh ini fitur-fitur yang saya sebutkan di atas yang paling menarik perhatian saya. Kalau ada fitur lain yang menarik (dan waktu luang), akan saya tulis di postingan lain.

Selamat mencoba.

7 pemikiran pada “Mencicipi Rasa Baru Lollipop

  1. di beberapa menu, MIUI5 sudah mengakomodasi ini. MIUI5 (JellyBean) bahkan bisa mendeteksi kode negara dari nomor telepon. Misal jika nomer berkode +62 otomatis akan muncul “Indonesia”.

    yang paling mendasar, kalo ngga salah adalah menu “DTD” alias “Do Not Disturb” yang mengambil ide dari iOS. lagi-lagi, di MIUI sudah ada..

    oiya, kemarin ada yg nanya, kenapa di MIUI tidak ada menu video call (native video call). di Lolipop apakah ada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s