Manusia Baja Yang Mirip Steven Seagal

Apa yang diharapkan dari sebuah film superhero? Action. Memang kebanyakan film bertema superhero menjual aksi sang jagoan menyelamatkan bumi. Alur ceritanya pun simpel. Diawali kisah asal muasal kekuatan super sang superhero. Kemudian muncul penjahat yang ingin menguasai (kadang menghancurkan) dunia. Dan akhirnya sang superhero menghentikan  si penjahat.

Kemunculan trilogi The Dark Knight sedikit memberi warna. Sutradara Christopher Nolan berhasil membuat sosok Batman menjadi lebih manusiawi, lebih gelap, bukan sekedar action. Hal yang saya harapkan muncul dalam film Man of Steel yang memasang nama Nolan sebagai produser film. Sayang harapan saya tak terpenuhi.

Man-of-Steel-2013-Movie-HD-Wallpapers-540x340

SPOILER ALERT!

Adegan awal film yang menampilkan planet Krypton pra kehancuran sempat mencuri perhatian saya. Teknologi alien dan binatang di planet Krypton membuat ekspektasi saya semakin tinggi. Namun setelahnya saya sedikit susah mencerna jalan cerita.

Potongan-potongan masa lalu Clark Kent yang ditampilkan secara flashback terasa kurang menyatu. Fragmen-fragmen masa lalu Kent entah mengapa tak sekuat fragmen masa lalu Bruce Wayne dalam Batman Begins. Dalam mereproduksi kelamnya masa lalu sang superhero saya rasa Man of Steel kurang sukses. Man of Steel gagal memenuhi ekspektasi saya menjadi Batman Begins-nya Superman. Jadi wajar kalau @ichanx sampe ketiduran nonton film ini,

Kekecewaan saya bertambah kala Jendral Zod memperkenalkan diri kepada penduduk bumi. Hanya melalui pengumuman singkat, Jenderal Zod mampu membuat satuan hankam AS panik. Padahal Zod belum menunjukkan “aksi nyata” melakukan serangan ke bumi. Sebegitu mudahkah satuan hankam AS panik?

Hal lain yang terasa mengganjal di film ini adalah bagaimana Clark Kent tetap tampil klimis setelah berjibaku melawan anak buah Zod. Memang sih Kent punya kekuatan melebihi manusia biasa. Tapi apakah hal itu termasuk penampilan klimis? Rasanya akan lebih pas kalau rambut Kent sedikit acak-acakan paska adegan laga atau setidaknya pakaiannya nampak berdebu. Tanpa hal itu Henry Cavill menjadi seperti Steven Seagal 2.0.

Terlepas dari setumpuk kekecewaan saya pada Man of Steel ada beberapa hal menarik di film ini. Sebagai film superhero Man of Steel menampilkan adegan laga yang cukup lengkap. Bangunan runtuh, ledakan besar hingga baku hantam dengan Zod dikemas dengan baik. Adegan laga yang panjang dan memanjakan mata ini sedikit mengobati kekecewaan saya pada bagian awal film ini.

Adegan laga menjadi semakin lengkap dengan score gubahan Hans Zimmer. Komposer asal Jerman ini kembali menunjukkan sentuhan magisnya. Komposisi gubahannya pada sejumlah adegan laga mampu membangkitkan roh action. Tak salah jika Christopher Nolan kembali mengajaknya berkolaborasi.

Oh ya, ada hal lain yang membuat Man of Steel menjadi unik. Tidak ada adegan atau sisipan kisah cinta sang superhero. Elemen ‘manusiawi’ yang biasa nampak pada film superhero.

Lois Lane hanyalah seorang Lois Lane. Lana Lang juga hanya muncul sekilas. Lois Lane tidak diberi porsi emosional seperti Rachel Dawes dalam trilogi The Dark Knight atau Pepper Potts dalam seri Iron Man. Meski demikian Man of Steel mengkompensasi dengan sosok Jonathan Kent. Hubungan Clark dengan kedua orang tuanya menjadi pengganti elemen romantisme.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya skor 5 dari skala 10 rasanya pas. Ia memang tak sekuat Batman Begins dalam hal cerita. Tak juga serenyah Iron Man. Bahkan bagi saya film ini cenderung overrated. Tapi adegan laga dan efek visual Man of Steel layak mendapat apresiasi. Ditopang komposisi menawan Hans Zimmer Man of Steel cukup untuk film hura-hura penghilang stress.

8 pemikiran pada “Manusia Baja Yang Mirip Steven Seagal

  1. Paling tidak Henry Cavill tampil lebih meyakinkan dan mempesona sebagai Kal El, jauh di atas Brendan Routh dalam peran yang sama dalam Superman Return thn 2006. Padahal waktu itu Cavill juga ikut casting, tapi kalah oleh Routh yang terbukti gagal total memerankan Superman.
    Saya yakin fans Christopher Reeves rela melihat pemangku legacy superman beralih ke Cavill 🙂

  2. Kalau masalah pemeran, cavill emang lebih bagus dr routh. Routh itu “cantik”, kurang sangar 😛

    Ichanx sempat tertidur, aku hampir. Benar2 ditahan biar gak tertidur. Terutama diadegan berantem kal-el dan zod malah :)) Tapi gak sepenuhnya jelek emang.
    Dan entah mengapa Lois yg diperankan Amy adams kok agak kurang cocok ya.

  3. Baru tahu kalo Superman belajar Aikido juga.
    Btw, saya bergabung dengan Ichanx untuk urusan ini; ketiduran di tengah brisiknya adegan laga. Maaf, Hans Zimmer.

  4. Aku gak suka semua film yg ada Nolan nya terutama kalau adaptasi.. karena ceritanya dia bikin suka-suka.. Makanya dari awal gak berekspektasi apapun supaya gak kecewa nontonnya.

    Cavill cocok jadi Superman, sama dengan Icit, walau cantik, aku juga bingung kenapa yang meranin Louis nya Amy Adams.

Tinggalkan Balasan ke Aad Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s