Memaknai Hari Valentine

Bulan Februari selalu identik dengan cinta dan kasih sayang. Penyebabnya tentu karena 14 Februari dianggap sebagai hari valentine atau hari kasih sayang.

Begitu banyak cerita soal asal muasal hari valentine ini. Ada yang menyebut ini adalah tradisi yang dimulai sejak jaman romawi kuno. Sebagian lain menyebut perayaan ini bermula pada abad pertengahan.

Bagi sebagian kalangan, hari valentine mengundang pro kontra. Ada yang mengganggapnya  biasa. Ada yang menganggapnya haram. Ke-haram-an hari valentine ini bahkan menjadikannya tema khutbah paling populer di bulan Februari.

Jika diperhatikan, hal-hal yang berbau cinta selalu laku dijual. Lagu-lagu yang sering diputar di radio kebanyakan adalah lagu bertema cinta. Film-film yang  beredar di bioskop juga hampir semuanya menampilkan adegan-adegan percintaan, meski cuma sebentar. Jika demikian, campaign bertema cinta akan sangat menjual kan ? Dan menyinggung soal campaign bertema cinta, hari valentine menjadi gimmick yang pas.

Setiap tahun di bulan Februari tema campaign yang diangkat selalu berbau cinta dan valentine. Di pusat perbelanjaan kita mudah menjumpai pernak-pernik berwarna merah muda. Promo maskapai penerbangan dan baru-baru ini kereta api juga mengangkat tema cinta & valentine. Hari valentine menjadi alat campaign brand yang ampuh. Khususnya bagi remaja ABG yang tengah belajar mengapresiasi keindahan lawan jenis.

Secara pribadi saya termasuk yang meyakini bahwa hari valentine adalah evolusi ritual romawi kuno. Dan berevolusinya ritual ini menjadi sebuah marketing gimmick menjadikan saya semakin mudah buat nyinyir. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s