Boneka Beruang Yang Bikin Galau

Beberapa minggu lalu seorang teman menyarankan untuk menonton film Ted. Konon saking lucunya sampai-sampai kalau orang stress nonton film ini bisa sembuh. Tanpa pikir panjang saya datangi salah satu bioskop di kawasan Jakarta Selatan untuk membuktikan cerita tentang si boneka beruang.

Dan benar kalau film ini lucu, baru sekitar 5 menit orang-orang di bioskop sudah pada tertawa. Tingkah boneka beruang Ted yang konyol dan cabul berhasil menaikkan level hormon endorfin dalam tubuh penonton. 10 menit, 30 menit sampai satu jam si boneka beruang berhasil mengubah suasana studio yang sunyi senyap menjadi penuh tawa.


Namun dibalik tingkah konyol Ted dan John Bennet terselip sebuah pesan mendalam tentang perjalanan hidup. Pesan yang bagi sebagain orang mengundang kegalauan.

Dikisahkan bagaimana Lori, kekasih John memintanya untuk serius merencanakan masa depan yang lebih matang. Dan menurut Lori, John tidak akan bisa melangkah ke jenjang yang serius selama masih dekat dengan Ted, boneka beruang hidup yang menemaninya sejak kecil. Untuk  bersikap dewasa ia harus bisa meninggalkan semua kesenangan dan perilaku foya-foya bersama Ted. John dihadapkan pada pilihan Lori kekasihnya atau Ted sahabat terbaiknya. Pilihan antara menjadi dewasa atau tetap bersikap kanak-kanak.

Di film ini Sutradara Seth Mcfarlane layak diacungi jempol. Pesan moral untuk grow up  dikemasnya dengan baik. Kedewasaan dilambangkan dengan sosok Lori, kekasih John yang memiliki karir cemerlang. Lori tidak menuntut materi dari John, hanya sebuah komitmen untuk kehidupan yang mapan.

Sebaliknya Ted melambangkan sikap kekanak-kanakan yang penuh kesenangan. Dikisahkan bagaimana Ted gemar berpesta sampai larut malam dan banyak menghabiskan waktunya di depan TV.

Kebimbangan sikap John Bennet untuk mengikuti Ted atau Lori seolah menggambarkan bagaimana menjadi dewasa adalah pilihan. Saat sedang dalam sebuah acara menemani Lori, Ted tiba-tiba mengajaknya berpesta bersama Sam Jones idola masa kecilnya. John diam-diam datang ke pesta Ted dan Sam Jones yang berakibat hubungannya dengan Lori kandas. Hal ini mengakibatkan John dan Ted bertengkar.

Di awal pertengkaran Ted mengatakan, “I did’nt tie you up and dragged you to that party……”

“…….That’s you and your choice John. And by blaming me you just makin’ yourself like a pussy”

Kata-kata yang menegaskan pesan film ini bahwa menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Pilihan yang harus dijalani dengan sebuah komitmen dan tanggung jawab.

Di akhir film digambarkan bagaimana Lori ‘menghidupkan’ Ted yang mati. Lori tak mau kehilangan Ted, meski seolah-olah keduanya bertentangan. Di adegan sebelumnya juga ditunjukkan bagaimana Ted meyakinkan Lori untuk kembali bersama John. Dua adegan ini seolah memberi pesan bahwa untuk menjadi dewasa bukan berarti harus meninggalkan kehidupan masa lalu kita.

Ada sebuah ungkapan “boys will always be boys” dan film ini menggambarkan ungkapan ini dengan sangat baik. Ted yang tumbuh bersama John menjadi simbol jiwa kanak-kanak yang akan selalu ada. Proses pendewasaan John melalui hubungannya bersama Lori seolah akan membuatnya harus meninggalkan Ted sang simbol masa kanak-kanak. Namun di akhir film Ted dan Lori yang terlihat bertolak belakang justru saling mendukung eksistensi masing-masing.

6 pemikiran pada “Boneka Beruang Yang Bikin Galau

Tinggalkan Balasan ke fairyteeth Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s