#TripAsikBigBird ke Cimaja

Seringkali trip yang direncanakan justru tidak jadi. Sebaliknya yang dadakan malah hampir pasti jadi.
Itulah yang saya alami akhir pekan lalu. Berawal dari ajakan (entah siapa) yang mengaku kekurangan vitamin sea, saya dan teman-teman pun sejenak keluar kota. Tujuan kami adalah pantai Cimaja yang konon terkenal dengan ombaknya dan menjadi destinasi favorit peselancar.
Namanya juga trip dadakan, persiapannya pun mepet. Bahkan jumlah peserta berubah hingga malam sebelum keberangkatan. Kendala lain yang dihadapi saat trip dadakan adalah soal reservasi penginapan dan transportasi. Untungnya dalam hal transportasi kita terbantu dengan sistem reservasi online bluebird. H-1 kita pesan masih bisa, udah gitu ada diskon 15% kalau pesan online.
Melalui sistem reservasi online BlueBird ini kita bisa melakukan pemesanan terhadap beberapa layanan transportasi Blue Bird. Untuk trip ke Cimaja ini kami memesan bus Big Bird. Pertimbangan kami adalah nama besar Blue Bird yang sudah teruji serta kenyamanan yang bakal kami dapatkan sepanjang perjalanan. Sudah bukan rahasia kalau jalur Jakarta-Sukabumi yang kami lewati macet. Jadi kenyamanan menjadi pertimbangan penting.
Rombongan berangkat dari RS Aini sekitar jam 5 pagi. Sempat mampir Tebet dan Cibubur untuk beli sarapan dan jemput temen kami mengarungi jalur Jakarta-Sukabumi yang macet. Setelah enam jam kami akhirnya sampai di lokasi tujuan.

850633696_74333
Oh ya, untuk menuju Cimaja ini kita harus melalui pos masuk Pantai Teluk dan dikenakan retribusi sebesar 70 ribu rupiah. Jangan lupa meminta bukti pembayaran retribusi. Kami sempat hampir kena pungli petugas. Sewaktu melewati pos masuk petugas meminta uang retribusi sebesr 135 ribu rupiah, namun setelah kami minta struknya hanya dikenakan 70 ribu rupiah sesuai struk. Waspadalah!

IMG_20151025_131738
Tempat menginap yang kami pilih adalah Karang Aji Beach Villa. Penginapan ini letaknya agak ke atas, sekitar 10 sampai 15 menit berjalan kaki dari bibir pantai. Yang paling menyenangkan dari penginapan ini tentu saja pemandangannya. Letaknya yang agak ke atas membuat kita bisa melihat bentangan pantai di Cimaja. Arsitekturnya pun unik, seluruh bangunan terbuat dari kayu dengan konsep etnik.

IMG_20151017_123626

IMG_20151017_125904

850632918_75430Sekitar jam 1 siang selepas check-in di penginapan, kami pun makan siang di restoran Cimaja Square. Kami memilih tempat ini karena banyaknya rekomendasi dari blog maupun situs jejaring sosial.
Menu makanannya terbilang standar rumah makan di Jakarta. Ada nasi goreng, mie goreng hingga menu bergaya western seperti Pasta dan Fish and Chips. Harganya pun masih masuk akal untuk daerah wisata. Satu porsi sekitar 30 ribu hingga 50 ribu rupiah. Tak jauh beda dengan harga makanan di restoran-restoran di Jakarta.
Cimaja Square rupanya dikelola oleh kakak beradik yang juga merupakan artis, yakni Bucek Deep dan Fathir. Kalau ndak tahu siapa mereka, cobalah sering-sering nonton FTV lokal, jangan cuma sinetron India saja!

Atas rekomendasi Fathir sang pemilik restoran, kami menghabiskan sore hari di Sunset Beach. Pantai ini memang tak memiliki pasir putih layaknya pantai-pantai tujuan wisata pada umumnya, namun yakinlah pantai ini adalah destinasi trip yang keren. Terutama pada sore hari saat matahari tenggelam, suasanannya sungguh menyenangkan.
Seperti saya singgung di atas, pantai di Cimaja ini menjadi salah satu tujuan peselancar. Ombaknya yang besar membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara menghabiskan waktu dengan berselancar di pantai ini. Meski demikian pantai ini tetap bisa dinikmati tanpa berselancar. Berhati-hatilah jika mengunjungi pantai ini ombaknya cukup besar sehingga bisa terseret. Selain itu, karena pantai ini menghadap ke selatan sangat disarankan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau untuk menghormati tradisi setempat.

IMG_20151017_170737

850637676_74476

Oh ya, jangan lupa siapkan uang 50 ribu rupiah jika mengunjungi pantai ini. Seperti umumnya tempat wisata lain di Indonesia, di pantai ini penduduk setempat menarik uang dari wisatawan. Di Sunset Beach kami dikenakan biaya parkir dan kebersihan sebesar 50 ribu rupiah. Besaran 50 ribu rupiah untuk satu rombongan kami rasa masih masuk akal untuk uang parkir dan kebersihan.
Berakhir pekan ke Cimaja menjadi salah satu agenda yang layak dipertimbangkan untuk weekend getaway. Pantainya bersih, pemandangannya cantik. Pantai ini selain cocok buat peselancar juga cocok buat mereka yang senang bersantai, leyeh-leyeh maupun mager saat akhir pekan.

NB: beberapa foto hasil jepretan @reje_ dan @ChicMe

Batman: Earth One, Batman baru yang lebih realistis

Beberapa bulan terakhir ini saya sedang gemar membaca novel grafis. Awalnya karena saya iseng beli buku digital di Play Store. Sayangnya buku digital kurang enak dibaca lama-lama di depan layar. Jadilah saya mencoba novel grafis.
Salah satu novel grafis yang menarik perhatian saya adalah seri Batman. Mengapa? Karena Batman merupakan salah satu superhero favorit. Selain itu Batman juga merupakan superhero yang paling ‘realistis’. Batman tak punya kekuatan super atau berasal dari luar angkasa. Batman cuma manusia biasa, kelebihan Batman cuma pada kekayannnya yang nggak bakal habis tujuh turunan.
Batman: Earth One Vol. 1 menjadi salah satu novel grafis pilihan saya. Earth One sendiri merupakan versi reboot yang dibuat DC Comics selaku penerbit seri Batman. Dalam Earth One DC Comics ingin menampilkan latar belakang para superhero dalam universe baru yang lebih modern. Selain Batman, ada juga Superman : Earth One dan kabarnya bakal diikuti The Flash dan Wonder Woman.

earth one Lanjutkan membaca “Batman: Earth One, Batman baru yang lebih realistis”

Nyemplung Ke Bursa Saham

Investasi kini menjadi koskata yang cukup seksi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Kesadaran untuk menjaga nilai aset semakin berkembang dan berbagai pilihan investasi menjadi buruan. Jika dulu kita diajarkan bahwa besarnya penghasilan terdiri atas konsumsi dan tabungan, maka sekarang ada satu komponen tambahan lagi yakni investasi.
Tujuan investasi sendiri bermacam-macam setiap orang. Namun pada intinya orang berinvestasi untuk mempertahankan atau bahkan menambah nilai aset.
Salah satu instrumen investasi yang cukup diminati karena berpotensi mendatangkan keuntungan besar adalah saham. Jujur, mendengar kata investasi saham hal pertama yang terbayang di kepala adalah perputaran uang hingga ratusan juta rupiah serta deretan angka-angka rumit. Namun bayangan rumit akan investasi saham hilang saat saya mengikuti kelas #InvestasiCerdas yang diadakan Mandiri Sekuritas pada bulan Mei 2015 lalu. Lanjutkan membaca “Nyemplung Ke Bursa Saham”

Tips mencari makanan halal di Tiongkok

Salah satu kendala yang sering dihadapi saat seseorang bepergian ke luar negeri adalah makanan. Orang Indonesia cenderung rewel kalau soal makanan. Maklum masakan Indonesia memang terkenal lezat dengan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah. Terbiasa dengan makanan berjuta rasa tentu membuat makanan daerah lain menjadi terasa hambar.

Selain rewel soal rasa, hal yang umum dipertanyakan soal makanan adalah kehalalannya. Hal ini terutama saat kita bepergian ke negeri dengan mayoritas penduduk non-muslim.

Kebetulan awal Agustus lalu saya berkesempatan mengunjungi Tiongkok. Sebelum saya berangkat, Fame mengingatkan kalau makanan di negeri Tirai Bambu ini didominasi oleh bumbu yang tidak halal. “Minyak babi dimana-mana”, sebutnya dalam sebuah chat Whatsapp. Lanjutkan membaca “Tips mencari makanan halal di Tiongkok”

Dari Windows 8 (bersiap) lompat ke Windows 10

Pengguna Mac OSX kini bisa tersenyum tiap ada rilis baru. Sejak seri 10.8 Mountain Lion pada 2012 upgrade OSX dapat dilakukan tanpa biaya. Pengguna tinggal mengunduh lewat Apple Store dan sistem operasi baru langsung terpasang. Kemewahan yang tidak didapat pengguna Windows.

Microsoft selaku pengembang Windows nampaknya menyadari hal ini dan mencoba mengikuti jejak kompetitornya. Pada Januari 2015 lalu perusahaan piranti lunak ini mengumumkan bahwa pengguna Windows 7 dan Windows 8.1 dapat mengunduh Windows 10 secara gratis. Tentu saja jika perangkat keras yang terpasang mendukung. Lanjutkan membaca “Dari Windows 8 (bersiap) lompat ke Windows 10”

Saya terlalu tua untuk bermain Football Manager

Semasa kuliah saya bisa menghabiskan berjam-jam untuk memainkan game Football Manager (FM). Bangun pagi main FM dulu, siap-siap berangkat ngampus main lagi, pulang dari kampus main lagi. Bisa dibilang 68% waktu saya habiskan untuk memainkan game ini.

Game ini memang bukan game dengan grafik paling canggih atau jalan cerita paling menarik. Yang ditawarkan FM tak lebih dari sebuah dunia imajiner. Fantasi mayoritas penggemar sepak bola untuk mengatur klub kesayangan dan menjuarai kompetisi Liga Champions berhasil dipuaskan oleh Sports Interactive melalui game ini.

Kebiasaan bermain game FM ini berlanjut hingga saya bekerja. Dunia imajiner FM nampaknya lebih kuat dari deadline kerjaan kantor. Tak jarang saya cari waktu di sela-sela rapat atau jam istirahat untuk sekedar berburu wonderkid.

Namun semua itu berubah ketika negara api menyerang Macbook saya rusak. Selama beberapa waktu saya tak bisa melanjutkan permainan laknat ini. Saya bisa saja memasang game ini di laptop kantor, namun entah kenapa saya malas melakukannya.

Hingga setelah punya rejeki beli laptop baru game pertama yang saya pasang adalah (tentu saja) Football Manager 2013(?). Selama sebulan saya memainkan game ini dan akhirnya saya memutuskan mengakhiri kebersamaan saya dengan permainan terkutuk ini. Gameplay-nya semakin ruwet, taktiknya semakin detil dan kompleks. Yang paling menyebalkan, game ini kalah stabil dibanding seri sebelumnya.

Saya pun beralih ke versi ponsel game ini, Football Manager Handheld. Tapi semenarik-menariknya versi ponsel tidak akan bisa menghadirkan imajinasi sehebat versi PC ataupun Mac. Malahan ada kecenderungan kalau FM Handheld terasa membosankan setelah dimainkan selama lebih dari tiga bulan.

Akhir tahun lalu, entah karena bosen entah karena lagi selo saya coba memasang FM 2015 di laptop. Hasilnya? Saya Cuma bertahan lima menit! Ya, lima menit saja memainkan game ini membuat saya langsung memutuskan untuk menghapus mantra setan ini dari laptop.

Lagi-lagi saya merasa game ini terlalu ruwet dan kompleks. Semakin ruwet game ini semakin banyak waktu dan konsentrasi yang dibutuhkan untuk main. Di sini saya menyadari kalau saya tak lagi punya waktu seluang dulu semasa kuliah. Waktu luang yang berharga lebih baik saya pakai untuk hal lain yang lebih santai seperti nelpon mbak pacar.

Selain itu obsesi saya untuk membawa klub divisi 2 RB Leipzig menjuarai Liga Champions seolah hilang. Memang ada kepuasan tersendiri ketika berhasil membawa klub gurem masuk kompetisi papan atas. Begitu juga ketika mendapati wonderkid binaan kita menjelma menjadi kandidat pemain terbaik dunia. Namun kepuasan itu hanya sesaat, hanya ada dalam khayalan kita yang disimulasikan oleh FM.

Memilih Ponsel dengan Chipset Handal

Banyak pertimbangan saat seseorang hendak membeli ponsel pintar. Sebutlah resolusi kamera, ukuran layar atau sekedar ingin terlihat “kekinian”. Tak jarang orang menghabiskan waktu berhari-hari untuk googling informasi ponsel yang ingin dibeli. Varian ponsel yang jumlahnya sangat banyak menuntut konsumen harus jeli dalam memilih produk.

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih ponsel pintar adalah chipset. Komponen ini seperti otaknya ponsel. Chipset berfungsi untuk melakukan semua proses olah data. Dengan fungsi yang sangat vital tentunya chipset yang tertanam akan menentukan kehandalan ponsel. Semakin canggih dan handal chipset yang ditanam tentu semakin handal ponsel tersebut.

Kecanggihan suatu chipset sering dikaitkan dengan kecepatan dan jumlah core (inti). Hal ini tak sepenuhnya salah, secara teori memang dengan kecepatan lebih tinggi dan jumlah core lebih banyak kemampuan olah data suatu prosesor/chipset akan lebih besar.

Namun selain dua hal tersebut, faktor rancangan juga berpengaruh. Tak jarang kita menemui dua chipset dengan jumlah core dan kecepatan yang sama memiliki tingkat kehandalan yang berbeda. Hasil benchmark AnTuTu misalnya, menunjukkan performa berbeda untuk dua chipset, meski memiliki kecepatan yang sama. Lanjutkan membaca “Memilih Ponsel dengan Chipset Handal”